Thursday, November 1, 2012

Badai Sandy Kuak Kekejaman Kolonial di AS


Share to:
Thomas MacMillan/ newhavenindependent.org
Badai Sandy menerjang dahsyat di wilayah pantai timur Amerika Serikat. Sejumlah kota porak-poranda. Bangunan hancur tak berbentuk. Sejumlah orang terluka, bahkan tewas. Warga AS dicekam ketakutan.

Kengerian yang ditimbulkan oleh badai Sandy tak hanya itu. Hantaman badai ini ternyata juga menyingkap kengerian masa lalu AS. Sebuah tempat yang diduga sebagai kuburan massal pada masa kolonial terkuak setelah badai ganas itu berlalu.
Thomas MacMillan/ newhavenindependent.org


Kuburan massal itu terletak di New Haven, Connecticut. Pada sebuah taman kota. Di dekat Jalan College dan Chapel. Ditemukan oleh seorang perempuan, Katie Carbo, pada Selasa sore waktu setempat. Awalnya, dia sedang bersih-bersih setelah badai berlalu. Awalnya, dia menyangka onggokan yang dilihat itu adalah batu. Dia sempat mengabaikannya begitu saja.

Namun, setelah dipastikan, ternyata onggokan itu benar-benar kerangka manusia. Belulang itu terjepit di antara akar pohon Ek yang tumbang akibat hantaman badai Sandy. Dalam foto terlihat onggokan tulang belakang dan tengkorak dengan mulut menganga terjepit di antara akar-akar itu.

Melissa Bailey/ newhavenindependent.org

Diduga, kerangka itu telah berabad-abad terkubur di situ. Sebab, pohon Ek yang tumbang itu usianya juga sudah sangat tua. Pohon itu ditanam pada 1909. Ditanam sebagai peringatan hari ulang tahun ke-100 Presiden AS, Abraham Lincoln.

Petugas polisi setempat, Sersan Anthony Zona, mengatakan lahan hijau ini pada zaman dulu memang merupakan pemakaman. Polisi juga menduga tulang belulang itu merupakan salah satu dari ribuan orang yang dimakamkan di tempat ini pada masa kolonial.  Diperkirakan, ada sekitar 5.000 orang dikubur di tempat ini. Temuan ini akan diteliti lebih lanjut oleh peneliti setempat. Sumber.

AP

Suasana seram juga terlihat di sebuah pemakaman di Crisfield, Maryland. Hantaman badai Sandy menyebabkan semen- semen yang melapisi pemakaman terkikis.

Akibatnya, dua peti mati menyembul ke permukaan. Satu peti terbuat dari perak, lainnya terbuat dari perunggu. Peti-peti itu menyembul karena semen-semen di pemakaman itu tidak mampu menahan tekanan air yang didatangkan oleh badai Sandy. Sumber.

2 comments: