Sunday, October 21, 2012

Koran Brasil Depak Google News


Share to:


Asosiasi koran Brasil merasa dirugikan setelah bekerja sama dengan Google News sejak Desember 2010. Mereka merasa pengunjung websitenya malah berkurang setelah kerja sama dengan agregator Goole itu.


Asosiasi Surat Kabar Nasional Brasil mengatakan anggotanya setuju pada rekomendasi untuk melarang mesin pencari Google menggunakan konten mereka. Rekomendasi ini disepakati oleh 154 anggota asosiasi.


Koran Brasil mengatakan Google News menolak untuk membayar konten berita yang diambil. Selain itu, mereka juga menuding Google telah mengurangi trafik di laman Koran-koran Brasil. Padahal, sebelumnya Google mengatakan layanan ini akan meningkatkan trafik website berita Koran-koran itu.


“Bekerja sama dengan Google tidak membantu meningkatkan pengguna digital kami, justru sebaliknya,” kata Presiden Asosiasi, Carlos Fernando Lindenberg Neto, sebagaimana dikutip BBC, Minggu 21 Oktober 2012.


Penampilan berita-berita pada Google kepada para pengguna internet dinilai telah mengurangi kesempatan berita di website koran Brasil untuk dibaca pelanggan.


Kerja sama antara Google dan asosiasi Koran yang bernama ANJ dimulai pada Desember 2010. Perjanjiannya, Google News diizinkan mengambil berita dari website Koran. Bagian yang diambil itu adalah sejumlah baris pada kepala atau lead berita. Tujuannya, agar para pembaca penasaran dan me-ngeklik tautan itu. Sehingga pembaca mengunjungi laman atau website asalnya. Website milik Koran-koran Brasil.


Namun, pengalaman ANJ menunjukkan kerja sama itu gagal. Dari 154 judul yang telah ditarik dari Google News merupakan berita yang paling penting laman berita. Seperti O Blobo dan O Estadio de Sao Paulo.


Pada pertemuan yang baru saja digelar Asosiasi Pers Amerika di Saoapaulo, Google membela diri. Mereka tetap tidak mau membayar berta headline yang diambil dari situs berita di Brasil. “Google News menghubungkan jutaan klik dari seluruh dunia ke situs berita,” kata Direktur Kebijakan Publik Google, Marcel Leonardi.


Dia membandingkan permintaan ANJ dengan membayar sopir taksi yang mengangkut turis untuk makan di restoran tertentu. Dengan kata lain, Google hanya mengantar para pembaca ke situs berita Brasil.


Asosiasi Koran Brasil mengatakan, meskipun mereka meninggalkan Google News, banyak organisasi portal berita yang masih dicantumkan oleh aggregator. Meski pengguna internet menggunakan Google—bukan Google News—mereka masih akan menemukan konten dari situss Koran Brasil.

No comments:

Post a Comment